Pages

Subscribe:

Pengikut

Senin, 10 September 2012

PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DAN UNSUR EKSTRINSIK NOVEL DAN HIKAYAT












 

PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK NOVEL DAN HIKAYAT
DI SUSUN OLEH :
NAMA : SURYANI
KELAS : XI IPA 1
SMA NEGERI 1 SIAK
T.A 2011/2012
Sinopsis novel 
NODA TAK KASATMATA
Oleh : Agnes Jessica
Sarah--- mahasiswi jurusan sejarah yang sedang menyusun skripsi---ingin menyelidiki peristiwa pembantaian anggota PKI tahun 1965. Untuk itu dia datang ke desa Karya di daerah Jombang, Jawa Timur. Ia tidak tahu ahwa penelitiannya seminggu di sana akan mengubah hidupnya.
Semua penduduk desa yang diajaknya bicara tentang topik yang peka itu diam seribu bahasa. Hambatan utama penelitian sarah datang dari Surya, anak anggota PKI yang terbantai. Masa lalu yang kelam membuat Surya berwatak keras. Ia menganggap Sarah hanyalah gadis kaya yang Cuma tahu bersenang-senang dan menghabiskan uang orangtua.
Ketika penelitiannya hampir berakhir, Sarah menyadari dirinya telah jatuh hati pada Surya, padahal pria itu adalah kekasih orang yang memberinya tumpangan selama seminggu berrada di desa itu.
Apakah Sarah sanggup menghancurkan kebahagiaan orang lain demi kebahagiaannya sendiri ?
HIKAYAT SI MISKIN
Karena sumpah Batera Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya dibuang  dari keinderaan  sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian Ia dikenal sebagai si Miskin.
Si Miskin laki-bini dengn rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki  berkeliling di Negeri Antah Berantah dibawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman Raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istrinya makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin “ diamlah. Tuan jangan menangis. Biar kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, kakanda berikan kepada tuan.”
Si Miskin pergi kepasar, pulanggnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya , dengan hati yang kesal dan penuh ketakutan, pegilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehhnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimaknnya mangga itu.
Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (= anak didalam kesukaran ) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang.
 Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah berdirilah disitu sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.
 Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anaknya yang kedua, perempuan bernama Nila Kesuma.
Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.Ketika Maharaja Indera Angkasa akan mengetahui pertunangan putra-putrinya , dicarilah ahli-ahli nujum dari negeri Antah Berantah.
Atas bujukan jahat dari Raja Antah Berantah , oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hhanyalah akan mendatangkan celaka saja bagi orangtuanya.
Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu, negeri Puspa Sari musnah terbakar.
Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung dibawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Waktu mencari api kekampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut. Nila Kesuma ditemu oleh Raja Mengindera Sari, putra mahkota dari panglima Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.
Akan nasib Markamah di lautan, teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang mennawan cahaya chairani ( anak raja cina ) yang setelah gemuk akan dimakan. Waktu cahaya chairani berjalan-jalan ditepi pantai, dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. Dilepaskan tali-tali dan di ajaknya pulang. Marakarmah dan cahaya chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada cahaya chairani, maka didorongnya Marakarmah ke laut. Yang seterusnya ditelan oleh kan nun yang membuntuti kapal itu menuju ke palinggam cahaya. Kemudian ,ikan nun terdampar di dekat rumah nenek kabayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan padi karena mendapat petunjuk dari burung rajawali, sampai Markamah dapat  keluar dengan bercela.
Kemudian, Markamah menjadi anak angkat nenek kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Alasannya, gubahan bunga Markamah dikenal dengan oleh cahaya chairani yang menjadi sebab dapat bertemu kembali antara suami-isteri itu.
Karena cerita nenenk kebayan mengenai Raja Mangindera Sari menemukan seorang puteri di bawah pohon beriingin yang sedang menangkap burung, tahulah Marakarmah bahwa puteri tersebut adalah adiknya sendiri, maka ditemuinyalah. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya.
            Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Denga kesaktiannya diciptakannya kembali kerjaan Puspa Sari  dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala.
Negeri Antah Barantah  dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera ( saudara Cahaya Chairani )
Akhirnya, Marakarmah pergi kenegeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna  di mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi raja di palinggam Cahaya.
A.    Pebandingan unsur intrinsik dan ekstirnsik novel dan hikayat :
NOVEL
Unsur Intrinsik
1.     Tema : Sejarah dan Cinta.
2.     Penokohan / watak :
·        Sarah : Baik hati, pekerja keras, ramah, pantang menyerah, sederhana, cuek.
·        Surya : berwatak keras, baik hati, suka menolong, pekerja keras, pintar.
·        Lastri : cantik, cerdas, suka menolong, cemburuan , ramah, tulus, ikhlas.
·        Dewi : pendiam , penyayang.
·        Gunawan : egois, keras kepala, pemarah, kasar, jahat.
·        Pak suprapto : baik hati, bertanggung jawab,
·        Sudirman : kasar, tidak bertanggung jawab, kurang ajar,
·        Arif : baik hati, suka menolong,tidak pernah putus asa, pengertian.
·        Pak urip : bersahabat, penolong, agak tertutup
3.     Latar :
a.     Tempat : Desa Karya Jombang, Jawa Timur, Jakarta, Perbatasan Semarang—rumah pakde Surya
b.     Waktu : 20 Oktober 1965, pukul 21.35 ;
                                     13 September 1998 – 19 Juli 1999
c.      Suasana : Emosi, Senang, Sedih, Putus asa, menegangkan, haru dan romantis
4.     Alur / plot : alur campuran.
5.     Sudut pandang : sudut pandang orang serba tahu.
6.     Amanat : jangan jadikan dosa masa lalu sebagai alat untuk mengucilkan orang lain.
Unsur ekstrinsik
1.     Biografi pengarang
Agnes jessica, mantan guru matematika SMUK 1 Penabur ini sudah melahirkan 28 Novel. Di antaranya yang diterbitkan penerbit Gramedia Pustaka Utama adalah : Three days Cinderella, jejak kupu-kupu, peluang kedua, dongeng sebelum tidur, sepatu kaca dll.
Kini ia mulai merambah dunia sinetron dengan menulis skenario beberapa serial dan FTV , tapi menuliis novel akan selalu menjadi prioritas utamanya disamping mengurus suami dan kedua buah hatinya.
2.     Nilai-nilai
·        Nilai Budaya : seluruh keturunan anggota PKI selalu dikucilkan di era orde lama. Luka masa lalu yang membuat semua orang desa tutup mulut mengenai pemberontakan G30SPKI
·        Nilai Etika : jangan suka berperilaku kurang ajar kepada perempun dan  jangan pernah menusuk teman dari belakang.
·        Nilai sosial : jangan mengucilkan orang lain hanya karena dosa masa lalu, sehingga generasi mendatang mendapat akibat buruk dari perbuatan tersebut.
·        Nilai estetika : desa Jombang yang begitu indah dan mempesona, selalu memikat hati orang yang datang kesana.
HIKAYAT
Unsur intrinsik :
1.     Tema : kunci kesuksesan adalah kesabaran. Perjalanan hidup seseorang yang mengalami banyak rintangan  dan cobaan.
2.     Penokohan
·          Si miskin : penyayang, baik, mudah terpengaruh,pemurah,adil.
·          Putri Ratna Dewi : penyayang, keras kepala, baik.
·          Marakarmah : bijaksana, penyayang, bertanggung jawab, baik.
·          Nila Kesuma : baik, patuh dan penurut.
·          Cahaya Chairani : baik.
·          Maharaja indera dewa : iri hati, dengki, jahat.
3.     Setting/ latar:
a.        Tempat : Ngeri Antah Berantah, hutan, pasar, Negeri Puspa Sari, Lautan, Tepi pantai pulau raksasa, Kapal, Negeri Panglinggam Cahaya.
b.     Waktu : dahulu kala.
c.      Suasana : tegang, mencekam dan ketakutan, bahagia, menyedihkan.
4.     Alur : menggunakan alur maju, karena penulis menceritakan peristiwa tersebut  dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.
5.     Sudut pandang : orang ketiga serba tahu
6.     Amanat :
·        Seorang pemimpin yang baik adala seorang yang adil dan pemurah.
·        Hadapi semua rintangan dan cobaan dalam hidup dengan sabar dan rendah hati.
·        Hidup dan kematian, bahagia dan kesedihan , semuua berada di tangan tuhan, manusia hanya dapat menjalani takdir yang telah di tentukan.
Unsur ekstrinsik
A.    Nilai-nilai
1.     Nilai Moral
Kita harus bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal dalam hidup kita. Jangan kita terlalu memaksa kehendak kita kepada orang lain.
2.     Nilai Budaya
Sebagai seorang anak kita harus menghormati orang tua. Hendak nya seorang anak dapat berbakti kepada orang tua.
3.     Nilai sosial
Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih. Hendaknya kita mau berbagi untuk meringankan beban orang lain.
4.     Nilai Agama
Jangan mempercayai ramalan yang belum tentu kebenarannya. Percayalah pada Tuhan bahwa Dialah yang menentukan segalanya.
5.     Nilai Pendidikan
Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.  
B.       Perbedaan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan hikayat :
1.     Latar belakang pengarang.
·     Novel : latar belakang  dana nama pengarang pada novel “ noda tak kasatmata “ jelas tertera pada unsur ekstrinsik novel yang di tulis oleh Agnes Jessica yang merupakan seorang guru.
·     Hikayat : latar belakang dan nama pengarang pada hikayat “ Si Miskin “  tidak dicantumkan (Anonim).
2.     Sosial Budaya lingkungan cerita yang digambarkan penulis.
3.     Kondisi alam tempat pembuatan novel dan hikayat
·     Novel : sedikit Modern.
·     Hikayat :   masih bersifat kerajaan
C.     Persamaan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan hikayat.
a.     Unsur intrinsik novel dan hikayat
Novel dan hikayat mengandung unsur intrinsik yang sama yaitu :
·     Tema, penokohan, latar, alur, sudut pandang dan amanat
b.     Unsur ekstrinsik novel dan hikayat
Novel dan hikayat mengandung unsur ekstrinsik yang sama yaitu :
·     Nilai-nilai moral.
D.      KESIMPULAN
Dari hasil analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung di dalam novel dan hikayat tampak beberapa perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hal ini dapat kita ketehaui setelah kita menganalisis novel dan hikayat di atas.

2 komentar: