Pages

Subscribe:

Pengikut

Senin, 10 September 2012

PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DAN UNSUR EKSTRINSIK NOVEL DAN HIKAYAT












 

PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK NOVEL DAN HIKAYAT
DI SUSUN OLEH :
NAMA : SURYANI
KELAS : XI IPA 1
SMA NEGERI 1 SIAK
T.A 2011/2012
Sinopsis novel 
NODA TAK KASATMATA
Oleh : Agnes Jessica
Sarah--- mahasiswi jurusan sejarah yang sedang menyusun skripsi---ingin menyelidiki peristiwa pembantaian anggota PKI tahun 1965. Untuk itu dia datang ke desa Karya di daerah Jombang, Jawa Timur. Ia tidak tahu ahwa penelitiannya seminggu di sana akan mengubah hidupnya.
Semua penduduk desa yang diajaknya bicara tentang topik yang peka itu diam seribu bahasa. Hambatan utama penelitian sarah datang dari Surya, anak anggota PKI yang terbantai. Masa lalu yang kelam membuat Surya berwatak keras. Ia menganggap Sarah hanyalah gadis kaya yang Cuma tahu bersenang-senang dan menghabiskan uang orangtua.
Ketika penelitiannya hampir berakhir, Sarah menyadari dirinya telah jatuh hati pada Surya, padahal pria itu adalah kekasih orang yang memberinya tumpangan selama seminggu berrada di desa itu.
Apakah Sarah sanggup menghancurkan kebahagiaan orang lain demi kebahagiaannya sendiri ?
HIKAYAT SI MISKIN
Karena sumpah Batera Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya dibuang  dari keinderaan  sehingga sengsara hidupnya. Itulah sebabnya kemudian Ia dikenal sebagai si Miskin.
Si Miskin laki-bini dengn rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki  berkeliling di Negeri Antah Berantah dibawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman Raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istrinya makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin “ diamlah. Tuan jangan menangis. Biar kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, kakanda berikan kepada tuan.”
Si Miskin pergi kepasar, pulanggnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya , dengan hati yang kesal dan penuh ketakutan, pegilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehhnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimaknnya mangga itu.
Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (= anak didalam kesukaran ) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang.
 Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah berdirilah disitu sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.
 Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anaknya yang kedua, perempuan bernama Nila Kesuma.
Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.Ketika Maharaja Indera Angkasa akan mengetahui pertunangan putra-putrinya , dicarilah ahli-ahli nujum dari negeri Antah Berantah.
Atas bujukan jahat dari Raja Antah Berantah , oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hhanyalah akan mendatangkan celaka saja bagi orangtuanya.
Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Maka, dengan hati yang berat dan amat terharu disuuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu, negeri Puspa Sari musnah terbakar.
Sesampai di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung dibawah pohon beringin. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Waktu mencari api kekampung, karena disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, kemudian dilemparkan ke laut. Nila Kesuma ditemu oleh Raja Mengindera Sari, putra mahkota dari panglima Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.
Akan nasib Markamah di lautan, teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang mennawan cahaya chairani ( anak raja cina ) yang setelah gemuk akan dimakan. Waktu cahaya chairani berjalan-jalan ditepi pantai, dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. Dilepaskan tali-tali dan di ajaknya pulang. Marakarmah dan cahaya chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada cahaya chairani, maka didorongnya Marakarmah ke laut. Yang seterusnya ditelan oleh kan nun yang membuntuti kapal itu menuju ke palinggam cahaya. Kemudian ,ikan nun terdampar di dekat rumah nenek kabayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan padi karena mendapat petunjuk dari burung rajawali, sampai Markamah dapat  keluar dengan bercela.
Kemudian, Markamah menjadi anak angkat nenek kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Alasannya, gubahan bunga Markamah dikenal dengan oleh cahaya chairani yang menjadi sebab dapat bertemu kembali antara suami-isteri itu.
Karena cerita nenenk kebayan mengenai Raja Mangindera Sari menemukan seorang puteri di bawah pohon beriingin yang sedang menangkap burung, tahulah Marakarmah bahwa puteri tersebut adalah adiknya sendiri, maka ditemuinyalah. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya.
            Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Denga kesaktiannya diciptakannya kembali kerjaan Puspa Sari  dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala.
Negeri Antah Barantah  dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera ( saudara Cahaya Chairani )
Akhirnya, Marakarmah pergi kenegeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna  di mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi raja di palinggam Cahaya.
A.    Pebandingan unsur intrinsik dan ekstirnsik novel dan hikayat :
NOVEL
Unsur Intrinsik
1.     Tema : Sejarah dan Cinta.
2.     Penokohan / watak :
·        Sarah : Baik hati, pekerja keras, ramah, pantang menyerah, sederhana, cuek.
·        Surya : berwatak keras, baik hati, suka menolong, pekerja keras, pintar.
·        Lastri : cantik, cerdas, suka menolong, cemburuan , ramah, tulus, ikhlas.
·        Dewi : pendiam , penyayang.
·        Gunawan : egois, keras kepala, pemarah, kasar, jahat.
·        Pak suprapto : baik hati, bertanggung jawab,
·        Sudirman : kasar, tidak bertanggung jawab, kurang ajar,
·        Arif : baik hati, suka menolong,tidak pernah putus asa, pengertian.
·        Pak urip : bersahabat, penolong, agak tertutup
3.     Latar :
a.     Tempat : Desa Karya Jombang, Jawa Timur, Jakarta, Perbatasan Semarang—rumah pakde Surya
b.     Waktu : 20 Oktober 1965, pukul 21.35 ;
                                     13 September 1998 – 19 Juli 1999
c.      Suasana : Emosi, Senang, Sedih, Putus asa, menegangkan, haru dan romantis
4.     Alur / plot : alur campuran.
5.     Sudut pandang : sudut pandang orang serba tahu.
6.     Amanat : jangan jadikan dosa masa lalu sebagai alat untuk mengucilkan orang lain.
Unsur ekstrinsik
1.     Biografi pengarang
Agnes jessica, mantan guru matematika SMUK 1 Penabur ini sudah melahirkan 28 Novel. Di antaranya yang diterbitkan penerbit Gramedia Pustaka Utama adalah : Three days Cinderella, jejak kupu-kupu, peluang kedua, dongeng sebelum tidur, sepatu kaca dll.
Kini ia mulai merambah dunia sinetron dengan menulis skenario beberapa serial dan FTV , tapi menuliis novel akan selalu menjadi prioritas utamanya disamping mengurus suami dan kedua buah hatinya.
2.     Nilai-nilai
·        Nilai Budaya : seluruh keturunan anggota PKI selalu dikucilkan di era orde lama. Luka masa lalu yang membuat semua orang desa tutup mulut mengenai pemberontakan G30SPKI
·        Nilai Etika : jangan suka berperilaku kurang ajar kepada perempun dan  jangan pernah menusuk teman dari belakang.
·        Nilai sosial : jangan mengucilkan orang lain hanya karena dosa masa lalu, sehingga generasi mendatang mendapat akibat buruk dari perbuatan tersebut.
·        Nilai estetika : desa Jombang yang begitu indah dan mempesona, selalu memikat hati orang yang datang kesana.
HIKAYAT
Unsur intrinsik :
1.     Tema : kunci kesuksesan adalah kesabaran. Perjalanan hidup seseorang yang mengalami banyak rintangan  dan cobaan.
2.     Penokohan
·          Si miskin : penyayang, baik, mudah terpengaruh,pemurah,adil.
·          Putri Ratna Dewi : penyayang, keras kepala, baik.
·          Marakarmah : bijaksana, penyayang, bertanggung jawab, baik.
·          Nila Kesuma : baik, patuh dan penurut.
·          Cahaya Chairani : baik.
·          Maharaja indera dewa : iri hati, dengki, jahat.
3.     Setting/ latar:
a.        Tempat : Ngeri Antah Berantah, hutan, pasar, Negeri Puspa Sari, Lautan, Tepi pantai pulau raksasa, Kapal, Negeri Panglinggam Cahaya.
b.     Waktu : dahulu kala.
c.      Suasana : tegang, mencekam dan ketakutan, bahagia, menyedihkan.
4.     Alur : menggunakan alur maju, karena penulis menceritakan peristiwa tersebut  dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.
5.     Sudut pandang : orang ketiga serba tahu
6.     Amanat :
·        Seorang pemimpin yang baik adala seorang yang adil dan pemurah.
·        Hadapi semua rintangan dan cobaan dalam hidup dengan sabar dan rendah hati.
·        Hidup dan kematian, bahagia dan kesedihan , semuua berada di tangan tuhan, manusia hanya dapat menjalani takdir yang telah di tentukan.
Unsur ekstrinsik
A.    Nilai-nilai
1.     Nilai Moral
Kita harus bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal dalam hidup kita. Jangan kita terlalu memaksa kehendak kita kepada orang lain.
2.     Nilai Budaya
Sebagai seorang anak kita harus menghormati orang tua. Hendak nya seorang anak dapat berbakti kepada orang tua.
3.     Nilai sosial
Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih. Hendaknya kita mau berbagi untuk meringankan beban orang lain.
4.     Nilai Agama
Jangan mempercayai ramalan yang belum tentu kebenarannya. Percayalah pada Tuhan bahwa Dialah yang menentukan segalanya.
5.     Nilai Pendidikan
Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.  
B.       Perbedaan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan hikayat :
1.     Latar belakang pengarang.
·     Novel : latar belakang  dana nama pengarang pada novel “ noda tak kasatmata “ jelas tertera pada unsur ekstrinsik novel yang di tulis oleh Agnes Jessica yang merupakan seorang guru.
·     Hikayat : latar belakang dan nama pengarang pada hikayat “ Si Miskin “  tidak dicantumkan (Anonim).
2.     Sosial Budaya lingkungan cerita yang digambarkan penulis.
3.     Kondisi alam tempat pembuatan novel dan hikayat
·     Novel : sedikit Modern.
·     Hikayat :   masih bersifat kerajaan
C.     Persamaan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan hikayat.
a.     Unsur intrinsik novel dan hikayat
Novel dan hikayat mengandung unsur intrinsik yang sama yaitu :
·     Tema, penokohan, latar, alur, sudut pandang dan amanat
b.     Unsur ekstrinsik novel dan hikayat
Novel dan hikayat mengandung unsur ekstrinsik yang sama yaitu :
·     Nilai-nilai moral.
D.      KESIMPULAN
Dari hasil analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung di dalam novel dan hikayat tampak beberapa perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hal ini dapat kita ketehaui setelah kita menganalisis novel dan hikayat di atas.

MAKALAH TENTANG SEKS BEBAS

 


MAKALAH TENTANG
SEKS BEBAS
DISUSUN OLEH:
 
SURYANI
HELIN KARTINI BORU TARIGAN
IKA YUNIA ULFAH
JELI WULANDARI
DINDA HANIFAH
TRIA BELLA
NOVIMONITA
IGO ADAM KURNIAWAN
XII  IPA  1
SMA NEGERI 1 SIAK
T.P 2012/2013
SEKS BEBAS
1. PENGERTIAN SEKS
Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Bukan hanya manusia yang memiliki naluri seks, tetapi juga termasuk hewan dan makhluk hidup lainnya (tumbuhan). Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Tujuan utama dari seks adalah untuk reproduksi buat kepentingan regenerasi. Artinya setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah sebagai sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).
Kegiatan seks (bagi manusia) hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang sah antara laki-laki dan perempuan, ikatan itu disebut dengan nikah. Hubungan seks yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma (baik norma agama maupun norma-noram yang berlaku lainnya) dan merupak suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hukumannnya.
Kita sering mendengar baik dari cerita teman-teman ataupun dari berita tentang perilaku manusia zaman sekarang yang sering melakukan hubungan seks diluar nikah (merupakan bagian dari seks bebas). Hubungan seks tersebut merupakan hubungan seks liar yang dilakukan secara illegal dalam artian sudah menyalahi norma-norma yang ada.
Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah (seks bebas), karena hal itu lebih cenderung kepada sifat-sifat kehewanan. Coba kita bandingkan dengan hewan-hewan yang melakukan hubungan seks sesuka hatinya, dengan pasangan yang berbeda-beda dan dilakukan dimanapun yang penting ada kemauan. Hewan melakukan hal tersebut karena mereka tidak dianugerahi akal dan pikiran untuk melihat mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan. Selain itu, hewan tidak terikat dengan norma-norma yang mengharuskannya untuk megikuti aturan dari norma yang berlaku dan mengikat seorang manusia. Kalau manusia melakukan kegiatan seks bebas, berarti derajat mereka tidak lebih dari hewan yang berwajah manusia, karena manusia dianugerahi oleh Tuhan akal dan pikiran untuk dapat memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan.
Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku seks bebas. Hubungan seks dilakukan apabila hawa nafsu sudah menguasai dirinya. Hawa nafsu membuat seseorang lupa segala-segalanya, termask lupa akan Tuhan, yang dia tahu hanyalah bagaimana caranya agar nafsunya tersebut dapat tersalurkan. Oleh karena itu, sebagai manusia yang diberikan kelebihan oleh Tuhan dibandingfkan dengan makhluk lainnya, kendalikanlah hawa nafsu kita agar derajat kita bias lebih tingi dari makhluk-makhluk yang lain. Karena diasaat kita kalah oleh hawa nafsu, maka derajat kita sama dengan seekor hewan.
Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu. Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah mermabah masuk kenegeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan saran-sarana hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari di internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan layanan dewasa tersebut selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan video. Begtu mudahnya akses untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini menyebabkan semakin meningkatnya angka perilaku seks bebas di dalam masyarakat.
2. FASE REMAJA
Manusia selau mengalami perubahan, baik itu perubahan yang bersifat fisik (bentuk tubuh) maupun yang bersifat nonfisik (sifat dan tingkah laku). Masa remaja merupakan masa yang pasti dialami oleh setiap orang. Pada masa ini, pola piker kita mengalami peralihan dari pola pikir yang masih bersifat kekanak-kanakan menjadi pola pikir yang lebih dewasa. Setelah melewati masa remaja maka setiap orang akan memasuki sebuah tahapan atau fase yag disebut dengan fase pendewasaan. Di dalam fase ini manusia mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih matang secara bertahap.
Pada masa remaja biasanya setiap individu masih bingung dalam menentukan siapa sebenarnya dia (tahap pencarian jati diri) dalam artian masih mencari apa yang harus ia lakukan dalam kehidupannya. Pada masa inilah diperlukan penanaman nilai-nilai norma yang berlaku agar pada waktu menjalani fase pendewasaan tidak terjerumus kedalam jurang kesalahan yang dalam.
3. FASE PENDEWASAAN
Masa remaja biasanya dialami pada saat usia sekolah menengah, setelah masa remaja ini terlewati maka fase selanjutnya adalah fase pendewasaan yang biasanya dialami setelah lulus SMU atau pada waktu (seumuran) pertama kali kuliah (awal menjadi mahasiswa). Pada saat menjadi mahasiswa pola pikir seseorang akan menjadi semakin kritis, responsive dan cenderung idealis. Pada fasae inilah pola piker terbentuk menjadi semakin matang. Tapi yang saya maksud disini bukan berarti bahwa karena menjadi mahasiswalah pikirannya menjadi lebih matang, tetapi yang saya maksud adalah pada waktu seumuran mahasiswa walaupun seseorang tersebut tidak menjadi mahasiswa (yang mengalami hal ini bukan haya mahasiswa tapi semua orang).
Saat pertama menjadi mahasiswa, setiap individu pasti merasakan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan dengan masa-masa SMU dan kemungkinan terjerumus kedalam hal-hal yang negatif (seks bebas) sangat besar. Apalagi, bagi mereka yang arus tinggal terpisah dengan orang tua mereka.
4. FAKTA DAN ANALISIS
beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu:
  1. Pegangan tangan
  2. Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
  3. Ciuman bibir (kiss franc)
  4. Pelukan
  5. Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
  6. Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan)
  7. Melakukan hubungan seks
Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 (walaupun banyak juga yang berani melakukan tahapan nomor 6, tapi hanya sebagian kecil yang sudah berani melakukan hubungan seks denga pacarnya).
5. BAHAYA SEKS BEBAS DAN AKIBATNYA
a.      Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti herpes, HIV Aids, Raja singa, dan penyakit lainnya
b.      Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.
c.       Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keuangan , masalah kebiasaan, masalah anak.
d.      Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk dari seks bebas ini.
e.       Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung jawab, akan banyak pikiran buruk yang akan mengganggu pikiran anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental atau gila.
6. CARA MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS PADA USIA REMAJA
Dewasa ini, permasalahan remaja kita merupakan persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan remaja yang ada di negeri ini tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan hancurnya tatanan bangsa di masa depan.
Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan pernikahan.
Menurut Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir. Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido (enerji seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan genital.
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja:
a.      Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah..Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia.
b.      Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi.
Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut. Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga. Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas.
c.       Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.
d.      Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.
7. KESIMPULAN
Seks bebas sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi bagi kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia. Kegiatan seks bukan hanya dilakukan oleh pasangan yang sah menurut agama dan hokum yang berlaku akan tetapai juga dilakukan oleh para pelajar dan mahsiswa.
Pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih mengutamakan pacaran dan kebutuhannya yang lain daripada menuntut ilmu. Mereka tidak lagi tenggelam dalam pelajaran akan tetapi sudah tenggelam dalam lautan asmara yang mereka namakan cinta.
8. SARAN
Perlunya perhatian semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat dalam mencegah terjadinya seks bebas. Masyarakat dan pemerintah harusnya aktif dalam mengkampanyekan anti seks bebas.
Pelajar dan mahasiswa harusnya lebih fokus kepada pelajaran bukan fokus pacaran. Masa depan kalian masih panjang.

Should mobile phone be banned in schools ?


ENGLISH TASK


   SHOULD MOBILE PHONE BE BANNED IN SCHOOLS ?
 
 OLEH
SURYANI
DESTI NUR'FIANI
FAISAL AFIF
TENGKU NADILA SASKIA
DERI GUSTANTO
PUTRI RAUDATUL MUNAWAROH

                                  
XI IPA 1
SENIOR HIGH SCHOOL 1 SIAK
School year 2011/2012
Should Mobile Phones be Banned in Schools?
In the last few years there has been an explosion in the use of new communications technologies, including mobile phones; it is estimated that over 70% of young people aged 10–14 now own one. Considerable debate has taken place in the press recently as to whether pupils should be allowed to take their mobile phones into school.
The Pro
·        Students often forget to turn off their phones in class, and ringing noises or text-message alert disrupt learning.
·        Even if to silent, cell phones can still cause distraction, since text messaging has become a high-tech method of passing notes in school.
·        Students have been known to use cell phones to call in bomb threats to schools, to avoid or condense class time
·        In the event of a widespread crisis, rampant cell phone use can overload communication systems and render them inoperable
·        Student cell phone network add to the apread of rumors and misinformation, which can be harmful during a widespread crisis.
·        Phones can be used as cheating devices during exams.
·        The long-term physical effects to cell phone use are still undetermined
The Cons
·        You can be in touch with your children, and know their whereabouts
·        Your kids can reach you in the event of an emergency, and vice versa
·        If in danger, your children can reach the authorities or a medical provider
·        Phones can be silenced during class or study periods, and active only in appropriate plces
·        Cell phones create a convinience that was previously unavailable. With cell phones, you can easily reach your kids for any reason : to ask them questions, change plans, or to simply say hello.
No one can deny the positive benefits of children communicating freely with each other, and pupils argue that using a mobile phone to talk to or text-message their friends is simply one way of doing this, using new technology. Many parents are in favour too, and like the reassurance of knowing their child can be safer and more independent if they have a mobile phone, since they can contact them at any time if necessary. They cite the potential risks faced by some children travelling alone.
However, schools point out that carrying a mobile phone could in it self make a child more vulnerable to theft or mugging, both on the street and even in the playground. Police figures confirm that a high proportion of crimes committed against young people involve thefts of mobile phones. Schools are concerned, moreover, that allowing pupils to bring their mobiles to school could create a competitive atmosphere amongst children and result in some children feeling left out and unvalued. In addition they claim that pupils’ education would be affected by the distraction of phones ringing in class.
Some doctors fear that children using mobiles could suffer long-term brain damage. Until this is disproved, it would seem that schools might best protect their pupils from this and other problems by making them leave their mobile phones at home.
In fact, the real decision regarding cell phones lies with parents. Short of checking each and every backpack, school officials can only enforce cell phones bans if they catch a student with a pprohibited device.
TEXT LEVEL
Title                    A question summaring the issue being discussed.   Keywords : mobile phones, banned, schools.
Introduction       First paragraph
Present the facts that have given rise to the question in the title.
Argument           Paragraph 2
                             Against a ban. Sentence :
1.   Present an argument based on children’s needs.
2.   Adds a new argument (safety)
3.   Elaborates on this with evidance.
Paragraph 3
For a ban. Sentence :
1.   Contests the safety argument in paragraph 2.
2.   Adds confirming evidence.
3.   &  4. Introduce two new reasons for a ban.
Conclution         Final paragraph
                             Sentence :
1.   Offers compelling reason for a ban, based on the issue of safety
2.   Adds to this clinching argument a summary of paragraph 3.
Haruskah Mobile Phones akan Dilarang di Sekolah?




Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi ledakan dalam penggunaan teknologi baru komunikasi, termasuk ponsel, diperkirakan bahwa lebih dari 70% orang muda berusia 10-14 satu sekarang sendiri. Perdebatan telah terjadi di media baru-baru ini, apakah siswa harus diperbolehkan untuk mengambil ponsel mereka ke sekolah.

Tidak ada yang dapat menyangkal manfaat positif dari anak-anak berkomunikasi secara bebas satu sama lain, dan murid berpendapat bahwa menggunakan ponsel untuk berbicara atau teks pesan teman-teman mereka hanya merupakan salah satu cara untuk melakukan ini, dengan menggunakan teknologi baru. Banyak orangtua yang mendukung juga, dan ingin kepastian mengetahui anak mereka bisa lebih aman dan lebih mandiri jika mereka memiliki ponsel, karena mereka dapat menghubungi mereka setiap saat jika diperlukan. Mereka mengutip potensi risiko yang dihadapi oleh beberapa anak bepergian sendirian.

Namun, sekolah menunjukkan bahwa membawa ponsel bisa dalam diri membuat anak lebih rentan terhadap pencurian atau penjambretan, baik di jalan dan bahkan di taman bermain. Angka Polisi mengkonfirmasi bahwa proporsi yang tinggi dari kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang muda melibatkan pencurian ponsel. Sekolah yang bersangkutan, apalagi, yang memungkinkan siswa untuk membawa ponsel mereka ke sekolah bisa menciptakan suasana kompetitif di antara anak-anak dan hasil pada beberapa anak merasa ditinggalkan dan unvalued. Selain itu mereka mengklaim bahwa pendidikan murid akan terpengaruh oleh gangguan dari dering ponsel di kelas.

Beberapa dokter khawatir bahwa anak-anak menggunakan ponsel bisa menderita kerusakan jangka panjang otak. Sampai hal ini dibantah, akan terlihat bahwa sekolah terbaik mungkin melindungi siswa mereka dari masalah ini dan lainnya dengan membuat mereka meninggalkan ponsel mereka di rumah.



pro
• Siswa sering lupa untuk mematikan ponsel mereka di kelas, dan suara dering atau teks-pesan peringatan mengganggu belajar.
• Bahkan jika untuk diam, ponsel masih bisa mengganggu konsentrasi, karena pesan teks telah menjadi metode teknologi tinggi yang lewat catatan di sekolah.
• Siswa telah dikenal untuk menggunakan ponsel untuk menelepon ancaman bom ke sekolah, untuk menghindari atau menyingkat waktu kelas
• Jika terjadi krisis meluas, penggunaan telepon seluler merajalela dapat membebani sistem komunikasi dan membuat mereka bisa dioperasi
• Mahasiswa sel jaringan telepon menambah apread rumor dan misinformasi, yang bisa berbahaya selama krisis meluas.
• Telepon dapat digunakan sebagai perangkat kecurangan selama ujian.
• jangka panjang efek fisik dengan penggunaan telepon seluler masih belum ditentukan
kontra
• Anda dapat berhubungan dengan anak Anda, dan tahu keberadaan mereka
• Anak-anak Anda dapat menghubungi Anda dalam keadaan darurat, dan sebaliknya
• Jika dalam bahaya, anak-anak Anda dapat mencapai berwenang atau penyedia medis
• Telepon dapat dibungkam selama periode kelas atau belajar, dan hanya aktif dalam plces sesuai
• Ponsel membuat convinience yang sebelumnya tidak tersedia. Dengan ponsel, Anda dapat dengan mudah mencapai anak-anak Anda untuk alasan apapun: untuk meminta mereka pertanyaan, rencana perubahan, atau untuk sekadar menyapa.